Mataram – Siswi Kelas 3 SDN 10 Cakranegata, Kota Mataram atas nama Ni Made Ayu Selena Rishi, berhasil meraih juara di ajang Duta Remaja Pariwisata Indonesia (DRPI) tingkat Provinsi NTB tahun 2026.
Ajang DRPI ini dilaksanakan Mulai dari tanggal 26 sampai dengan 28 Maret. Selena merupakan salah satu dari banyak finalis, yang berhasil lolos dalam seleksi ketat DRPI, kategori The Winner Young Miss dan tahun ini, siap melesat ke Panggung International Youth Tourism Ambasador (IYTA).
Diketahui bahwa Selena merupakan salah satu cucu dari I Gusti Putu Ekadana, pengacara senior yang tiap harinya mengingatkan para cucunya tentang bahaya narkoba. Sejak usia dini, Selena hobi terhadap sesuatu yang dinilai kreatif.
Hobinya lalu mengalir. Ia berhasil menciptakan busana berupa gaun berbahan dasar kertas koran. Busana itu dibuat sebagai bagian dari kecintaannya terhadap lingkungan.
Diwawancarai, Senin (30/03), Founder DRPI Official, I Gusti Nym Ardika Putra, S.Sn., M.Sn., mengungkapkan, DRPI dimulai sejak tahun 2018/2019 hingga tembus di tingkat provinsi.
Tahun 2022, Kemenpar menerbitkan SK dukungan terhadap DRPI, sehingga pihaknya membentuk bisa membentuk DPRI nasional dan mengadakan audisi IYTA.
Proses seleksi DRPI tergolong ketat. Karena dalam prosesnya, organisasi itu menerapkan tiga kriteria seleksi. Yaitu Penunjukan Langsung dari HRD, Jalur Khusus, dan Audisi langsung di kota/kabupaten masing-masing.
Ia mengatakan, semula jumlah peserta di DRPI Tingkat Provinsi NTB cukup banyak, namun karena disaring secara ketat, maka terjaring 12 finalis. “Jadi finalis yang terjaring ini merupakan finalis yang sudah benar-benar siap menjadi juara,” pujinya.
Untuk menuju panggung internasional akan lebih ketat lagi. Kata dia, siapapun finalis yang masuk Top 5 Besar harus melakukan deposit registrasi. Ini sebagai bukti keseriusan para finalis, bukan untuk membeli juara.
Hal ini pun telah disampaikan baik melalui media sosial (Medsos), maupun secara langsung ke pada para finalis. “Ini bukan untuk membeli juara, tapi untuk mengikat mereka, bahwa mereka serius untuk maju ke tingkat nasional dan internasional,” bebernya.
Menurut jadwal, IYTA tingkat nasional dan tingkat internasional akan dihelat di Pulau Lombok, NTB, dari tanggal 7 sampai dengan 12 Juli. Pihaknya mencatat, jumlah peserta sementara ini berasal dari 10 negara rata-rata, berasal dari negara eropa.
Hal ini sebagai bagian dari misi organisasi. Yaitu promosi budaya, dan pariwisata secara berkelanjutan. “Kalau ajang Putri Indonesia itu di Jakarta, tapi kalau IYTA always di Lombok,” tutupnya.












