Kemenag NTB Laporkan Hilal Tak Terlihat: Posisi Masih -1,268 Derajat

  • Bagikan

LOMBOK UTARA – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) NTB resmi melaporkan hasil rukyatul hilal awal Ramadan 1447 H yang digelar di Gedung Pusat Observasi Bulan (POB) Desa Teniga, Selasa (17/2/2026). Hasilnya, hilal dipastikan tidak terlihat karena berada di bawah ufuk.

Kepala Kanwil Kemenag NTB, Zamroni Aziz, mengungkapkan bahwa sidang isbat yang dipimpin Pengadilan Agama Giri Menang telah menghadirkan tiga saksi ahli dari LDII, UIN Mataram, dan BMKG Mataram.
“Berdasarkan kesaksian para saksi yang telah disumpah, hilal tidak terlihat. Posisi bulan terpantau berada pada -1,268°, jauh di bawah syarat minimal visibilitas sebesar 3°,” ujar Zamroni.

Kepala BMKG Kelas I Mataram, Sumawan, menjelaskan secara teknis mengapa hilal mustahil nampak di langit NTB kali ini:
Selisih Waktu: Bulan terbenam 4 menit lebih awal daripada matahari.
Iluminasi Rendah: Tingkat cahaya bulan hanya 0,02%.
Hambatan Medan: Posisi azimuth bulan yang berada di angka 256° (sebelah kiri matahari) menyebabkan pandangan teleskop terhalang oleh perbukitan dan pepohonan di lokasi POB.
“Apapun hasil yang kami peroleh hari ini, segera kami laporkan ke Kementerian Agama Pusat sebagai bahan rujukan Sidang Isbat Nasional,” tambah Zamroni.

Meskipun hasil hari ini negatif, tim BMKG Mataram dijadwalkan akan kembali melakukan pemantauan di Pantai Loang Baloq pada Rabu sore (18/2). Langkah ini dilakukan untuk memastikan akurasi data posisi bulan serta menjaga konsistensi pengamatan astronomis di wilayah NTB.
Masyarakat kini diimbau untuk tetap tenang dan menunggu pengumuman resmi dari Pemerintah RI terkait penetapan awal 1 Ramadan 1447 H.

Penulis: AzizEditor: Tim
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *