Perkuat Karakter, MTsN 2 Lobar Rutinkan Program PANJI

  • Bagikan

Lombok Barat, NTB — Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Lombok Barat terus memperkuat komitmennya dalam membentuk karakter siswa melalui program inovatif. Salah satu langkah konkretnya adalah melalui program PANJI (Pembiasaan Pagi Mengaji dan Kuis) yang mengintegrasikan kajian kitab klasik dengan metode interaktif.

Program unggulan ini secara konsisten menghadirkan Kajian Kitab Akhlakulil Banin sebagai instrumen utama dalam pembinaan moral dan kepribadian siswa.

Kegiatan yang dilaksanakan setiap Selasa pagi ini diikuti oleh seluruh peserta didik dengan bimbingan intensif dari dewan guru. Pemilihan Kitab Akhlakulil Banin bukan tanpa alasan; kitab ini dikenal luas memuat nilai-nilai luhur mengenai adab, etika, hingga sopan santun yang sangat relevan untuk diterapkan di lingkungan madrasah, keluarga, maupun masyarakat.

Kepala MTsN 2 Lombok Barat, H. Abdul Azis Faradi, M.Pd., menegaskan bahwa kajian ini merupakan strategi utama madrasah dalam menanamkan pendidikan karakter berbasis nilai Islam.
“Program kajian Akhlakulil Banin merupakan bagian dari unggulan kokurikuler madrasah. Kami berharap nilai-nilai yang dipelajari tidak hanya dipahami secara teori, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam perilaku sehari-hari siswa,” ujar H. Abdul Azis.

Agar materi tidak terasa membosankan, para guru pembimbing menggunakan pendekatan yang komunikatif dan aplikatif. Selain penjelasan materi, disisipkan pula sesi kuis (Quiz) untuk menguji pemahaman siswa, yang membuat suasana belajar menjadi lebih hidup dan antusias.


Dengan kombinasi antara mengaji dan evaluasi ringan, siswa diarahkan untuk memiliki empat pilar karakter utama Sikap Santun dalam bertutur kata, disiplin dalam beribadah dan belajar, Tanggung Jawab terhadap tugas, berakhlakul Karimah sebagai identitas diri.

Melalui program PANJI, MTsN 2 Lombok Barat ingin menegaskan bahwa prestasi akademik harus berjalan beriringan dengan kekuatan spiritual.

“Ini adalah komitmen kita bersama untuk membentuk Generasi Berakhlakul Karimah. Kita ingin mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepribadian Islami yang kuat,” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *