Haul Muassis Al-Ishlahuddiny: Mengenang Perjuangan Ulama Perintis di Lombok Barat

  • Bagikan

Lombok Barat, NTB – Suasana khidmat menyelimuti kawasan Pondok Pesantren Al-Ishlahuddiny Kediri pada Ahad (01/02/2026) atau 13 Sya’ban 1447 H. Ribuan jamaah yang terdiri dari masyarakat umum, tokoh agama, hingga ribuan alumni memadati area pesantren untuk menghadiri Haul Majemuk ke-33 Muassis dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Ishlahuddiny.

Acara ini digelar untuk mengenang jasa dan perjuangan para perintis serta pengasuh, di antaranya TGH. Khalidy, TGH. Mustafa Khalidy, TGH. Ibrahim Khalidy, TGH. Muhammad Idris Misbah, TGH. Khalid Ibrahim, TGH. M. Wajdi Ibrahim, TGH. M. Taisir Ibrahim, TGH. Helmi Ibrahim, dan TGH. Nawawi Idris.
Pimpinan Yayasan Ponpes Al-Ishlahuddiny Kediri, Drs. TGH. Muchlis Ibrahim, M.Si, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran acara yang berlangsung sejuk tanpa kendala cuaca.

“Alhamdulillah, Haul yang ke-33 ini berjalan lancar. Kami sangat terkesan dengan antusiasme jamaah, mulai dari ibu-ibu Majelis Taklim, para santri, hingga para almamater yang hadir meramaikan. Ini menunjukkan bahwa kebersamaan adalah faktor utama bagi kita semua,” ujar TGH. Muchlis saat diwawancarai di sela acara.

TGH. Muchlis menekankan bahwa landasan pendidikan yang diletakkan oleh para perintis sejak zaman penjajahan Belanda dan Jepang kini telah berkembang pesat. Dari sistem klasik hingga kini merambah ke sekolah tinggi dan berbagai jurusan kejuruan, Al-Ishlahuddiny terus bertransformasi menjadi pusat peradaban Islam di Lombok Barat.

Puncak acara yang dihadiri oleh para Tuan Guru dan tokoh masyarakat ini menjadi ajang konsolidasi bagi seluruh almamater. TGH. Muchlis berharap haul majemuk ini terus dipertahankan sebagai sarana menyambung tali silaturahmi yang tidak putus antara pesantren, alumni, dan masyarakat luas.

“Harapannya, melalui momen ini kita terus merajut kebersamaan. Al-Ishlahuddiny bukan hanya milik santri, tapi milik masyarakat dan seluruh alumni yang ada di luar sana,” pungkas TGH. Muchlis.

Ada yang istimewa pada peringatan tahun ini. Perwakilan alumni, H. Hambali, mengungkapkan bahwa kecintaan alumni terhadap para guru diwujudkan dalam gerakan spiritual yang masif.

“Tahun lalu tercatat sekitar 1.400 khataman Al-Qur’an, dan tahun ini meningkat pesat hingga lebih dari 1.500 kali khatam Al-Qur’an. Ini adalah bentuk rasa syukur dan cara kami menjawantahkan ilmu yang telah beliau-beliau berikan. Kami sukses seperti sekarang berkat ilmu dari mereka,” tegas H. Hambali.

Rangkaian Haul ke-33 ini telah dimulai sejak beberapa hari sebelumnya, diawali dengan ziarah makam massal dan Haflah Tilawah pada malam harinya. Acara haflah tersebut menghadirkan Qori-Qori internasional yang merupakan alumni asli Ponpes Al-Ishlahuddiny dari berbagai daerah, termasuk dari Pulau Sumbawa.

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh para masyaikh, memohon keberkahan untuk para muassis dan kelangsungan perjuangan pendidikan di Pondok Pesantren Al-Ishlahuddiny Kediri.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *