Mataram, NTB – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kongres Advokat Indonesia (KAI) Nusa Tenggara Barat sukses menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-IV di Hotel Aston Inn Mataram, Sabtu (10/1/2026). Dalam forum tertinggi organisasi tersebut, Dr. L. Anton Hariawan, SH., MH. terpilih secara aklamasi untuk menahkodai DPD KAI NTB periode 2026-2031, didampingi Eddy Kurniady, SH. sebagai Sekretaris.
Mengusung tema “Dengan Musda yang ke-IV Kongres Advokat Maju Bersama, Kuat, dan Beretika”, kegiatan ini berlangsung dengan suasana penuh kekeluargaan dan semangat persatuan.
Ditemui usai terpilih, Dr. L. Anton Hariawan mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran proses Musda yang berjalan penuh kegembiraan. Ia menegaskan bahwa agenda utamanya adalah merangkul seluruh elemen advokat di NTB.
“Alhamdulillah, Musda hari ini sangat menggembirakan. Semua anggota bersatu dengan tagline kita: KAI Bersatu. Program kerja pertama kami adalah penguatan struktur hingga ke tingkat DPC (Cabang). DPD akan turun tangan membantu struktural teman-teman di daerah agar lebih solid,” ujar Anton.
Sebagai salah satu pilar penegak hukum, KAI NTB di bawah kepemimpinan baru ini berencana melakukan langkah strategis dengan memperkuat silaturahmi ke lembaga hukum lainnya, seperti Kepolisian, Kejaksaan, hingga Pengadilan.
Tak hanya itu, Anton berencana menduplikasi kesuksesan DPP KAI pusat yang telah menjalin kerja sama (MoU) dengan BUMN dan berbagai kementerian.
“Kami ingin KAI di daerah juga melakukan MoU dengan Pemerintah Daerah dan instansi di NTB. Fokusnya adalah kolaborasi profesional untuk pembangunan hukum di daerah kita,” tambahnya.
Isu perlindungan profesi juga menjadi perhatian serius. Anton menekankan pentingnya komunikasi rutin dengan aparat penegak hukum untuk memastikan tidak ada lagi kriminalisasi terhadap advokat yang sedang menjalankan tugas profesinya.
“Kami ingin ada diskusi rutin. Mengingat pendampingan hukum untuk ancaman pidana di atas 5 tahun adalah wajib, maka kehadiran advokat harus dihormati. Kita akan perkuat kembali MoU yang sudah ada dengan Polda NTB,” tegasnya.

Selain itu, KAI NTB juga membentuk Forum Advokat KAI untuk mengakomodir para advokat senior. Forum ini bertujuan agar pengalaman para senior tetap terintegrasi dalam kegiatan-kegiatan organisasi, sehingga tidak ada kesan ditinggalkan.
DPD KAI NTB tengah melakukan komunikasi intensif dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) untuk mengusulkan NTB sebagai tuan rumah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KAI se-Indonesia.
“Kami sedang melobi DPP agar Rakernas mendatang bisa dilaksanakan di NTB. Jika ini terjadi, tokoh-tokoh besar seperti Prof. Subindasku akan hadir. Ini tentu menjadi peluang besar untuk mempromosikan pariwisata NTB sekaligus memperkuat marwah organisasi di tingkat nasional,” tutup Anton.












