Lombok Barat, NTB – Memasuki tahun baru 2026, Kementerian Agama RI menetapkan delapan program prioritas strategis yang dikenal dengan istilah Asta Protas. Program ini menjadi kompas bagi Kemenag dalam menjalankan tugas pelayanan umat selama lima tahun ke depan.
Dalam peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Barat, Drs. H. Haryadi Iskandar uraikan implementasi nyata dari Asta Protas yang mulai dijalankan di tingkat kabupaten.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Barat, Drs. H. Haryadi Iskandar meningkatkan Kerukunan dan Cinta Kemanusiaan. Konsep ini memandang semua manusia sama di mata Tuhan, sehingga diharapkan terbangun sikap saling mencintai antar-sesama tanpa memandang latar belakang.
Salah satu poin paling krusial adalah Ekotiologi, yaitu membangun rasa cinta manusia terhadap lingkungan. Menanggapi kerusakan alam yang terjadi di darat maupun laut, Kemenag Lobar telah melakukan aksi nyata berupa Penanaman pohon di daratan wilayah Sedau.
Langkah ini diambil untuk menahan abrasi serta memperbaiki ekosistem hutan bakau yang terdampak pembangunan infrastruktur, seperti jalur jembatan gantung di Lembar. “Kita ingin habitat aslinya kembali pulih agar ekosistem di seputaran jembatan gantung tetap terjaga,” ungkap Drs. H. Haryadi Iskandar
Kemenag menekankan bahwa program kerja harus memiliki Layanan Berdampak. Contoh nyata yang telah dilakukan adalah bakti sosial bagi para nelayan di sekitar lokasi penanaman mangrove. Selain itu, optimalisasi peran Kantor Urusan Agama (KUA) terus ditingkatkan, terutama dalam memberikan pelayanan prima terkait peristiwa nikah dan urusan keagamaan lainnya.
Selanjutnya, Madrasah kini didorong untuk menjadi lembaga pendidikan yang mampu bersaing dengan sekolah umum. Targetnya adalah melahirkan lulusan madrasah yang unggul secara intelektual namun tetap ramah dan memiliki karakter keagamaan yang kuat.
Melalui Pemberdayaan Pesantren, pemerintah berupaya menghapus kesan bahwa pondok pesantren hanya bergantung pada bantuan. Fokus ke depan adalah menciptakan kemandirian ekonomi melalui usaha-usaha produktif seperti koperasi pesantren. Hal ini diharapkan dapat menyejahterakan guru dan menopang operasional pondok secara mandiri.
Drs. H. Haryadi Iskandar menuturkan, Poin keenam dari Asta Protas ini berfokus pada Pemberdayaan Ekonomi Umat. Kemenag berkomitmen menyalurkan bantuan ekonomi kepada kelompok-kelompok masyarakat dengan memaksimalkan seluruh potensi yang ada di internal kementerian, guna menstimulasi kemandirian finansial masyarakat luas.
Dengan semangat Asta Protas ini, Kementerian Agama di Lombok Barat optimistis dapat menghadirkan pelayanan yang lebih manusiawi, ramah lingkungan, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.












