Desa Giri Sasak Bidik Pasar Wisatawan Mancanegara Lewat Konsep Pertanian Tradisional

  • Bagikan

Lombok Barat, NTB – Desa Giri Sasak kini tengah berupaya bangkit dari kondisi “mati suri”. Memanfaatkan momentum HUT ke-15 Tahun, Pemerintah Desa Giri Sasak menggandeng Wakil Ketua DPRD Lombok Barat untuk menyusun peta jalan (roadmap) baru guna menghidupkan kembali potensi pariwisata yang sempat meredup, Senin 29 Desember 2025.

Kepala Desa Giri Sasak Hamdani mengungkapkan bahwa Desanya memiliki keunggulan geografis yang sangat strategis. Berada di posisi tengah yang menghubungkan Bandara Internasional, Kawasan Mandalika, dan Pelabuhan Lembar, Giri Sasak kerap menjadi titik transit favorit bagi wisatawan mancanegara.

Selama ini, Giri Sasak sering disinggahi tamu-tamu asing dari Gili Trawangan yang hendak menyeberang ke Bali melalui Lembar, maupun mereka yang ingin menuju Mandalika. Keberadaan penginapan yang dekat dengan akses transportasi utama menjadi daya tarik tersendiri.

“Kami adalah salah satu desa terdekat dengan bandara dan punya penginapan. Banyak tamu mancanegara mampir ke sini sambil menunggu jam keberangkatan kapal atau pesawat. Namun, jujur saja, selama ini kami masih kurang dalam hal promosi dan penataan destinasi,” ujar Kepala Desa Giri Sasak.

Merespons kondisi tersebut, pimpinan DPRD Lombok Barat yang hadir memberikan masukan strategis. Alih-alih hanya mengandalkan pemandangan, Giri Sasak didorong untuk menjual wisata pengalaman (experience), seperti aktivitas pertanian tradisional yang sangat diminati turis Eropa dan Amerika.
“Wisatawan asing itu banyak yang mencari aktivitas yang bersentuhan langsung dengan alam. Kita bisa jualan cara bertani tempo dulu, cara membajak sawah tradisional, hingga menanam padi. Ini adalah aset budaya yang ada di Giri Sasak. Kita capture, kita buatkan konten, dan kita koneksikan dengan travel agent serta kapal pesiar,” jelas Bapak Dewan.

Ia menambahkan, kesuksesan Destinasi seperti di Jogja atau Gunung Kidul harus dicontoh, di mana daerah yang dulunya kering kini menjadi pusat ekonomi kreatif lewat penataan yang tepat.

Langkah proaktif yang akan segera diambil adalah melakukan kajian lapangan bersama untuk memetakan titik-titik potensial di Giri Sasak. Peran media massa dan literasi digital menjadi kunci utama untuk memperkenalkan kembali Giri Sasak ke dunia luar.

“Kami akan sering berdiskusi dan turun bersama Pak Kades untuk menentukan roadmap-nya. Kita butuh kolaborasi dengan teman-teman media untuk memberikan pengaruh di media sosial. Branding Giri Sasak sebagai pusat peradaban dan wisata tradisional harus diperkuat,” tambahnya.

Hamdani menuturkan, kehadiran dukungan dari legislatif di momentum ulang tahun Desa kali ini menjadi berkah nyata yang membawa perubahan. “Saya akan terus berdiskusi dengan Pak Dewan agar Giri Sasak lebih maju dan tidak lagi tertinggal,” tutupnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *