Gebrakan STIKES Hamzar: Wisuda Ratusan Nakes & Persiapan S2

  • Bagikan

Mataram, NTB – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Hamzar sukses menyelenggarakan wisuda dan pengambilan sumpah bagi lebih dari seratus calon tenaga kesehatan, Senin 22 Desember 2025. Acara yang digelar di kampus STIKES Hamzar ini dihadiri Kepala LLDIKTI Wilayah VIII Dr. I Gusti Lanang Bagus Eratodi, S.T., M.T., Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB Dr. dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM.MARS, serta Pembina Yayasan Maraqitta’limat Dr. TGH. Hazmi Hamzar, S.H., M.H., CIL.

Kepala LLDIKTI Wilayah VIII Dr. I Gusti Lanang Bagus Eratodi memberikan apresiasi atas kualitas program studi di STIKES Hamzar.

“STIKES Hamzar telah menunjukkan kinerja riset dan inovasi dosen yang teruji dan berdampak nyata bagi masyarakat. Kami mendorong agar STIKES Hamzar segera membuka jenjang S2 Keperawatan, sebagai bentuk perhatian pemerintah untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan profesional,” ujarnya.

Dalam sambutannya, menekankan pentingnya integrasi sains dan teknologi di perguruan tinggi kesehatan. Era industri 4.0 menuntut kolaborasi riset dengan teknologi terkini mulai dari robotika, informatika, hingga nanoteknologi. Contoh inovasi yang sedang diuji dosen STIKES Hamzar antara lain pemanfaatan garam untuk mengontrol hipertensi dan formulasi garam alternatif. “Mari jadikan mahasiswa dan lulusan sebagai motor penggerak inovasi yang berdampak langsung ke masyarakat,” tambahnya.

Sejalan dengan arahan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Stella Christie, Ph.D., pemerintah terus mendorong pembentukan program S2 Keperawatan di STIKES Hamzar. Selain itu, kolaborasi antarlembaga dan sinergi dengan industri kesehatan menjadi kunci dalam mencetak tenaga profesi yang unggul dan berdaya saing.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Dr. dr. H. Lalu Hamzi Fikri, mewakili Gubernur NTB, menyampaikan bahwa saat ini fokus pemerintah adalah pencegahan kesehatan. “Lebih baik mencegah daripada mengobati. Kami bangga Yayasan Maraqitta’limat telah mengembangkan obat herbal yang telah melewati uji laboratorium. Dengan pendekatan holistik ini, kita perkuat sistem kesehatan di NTB,” tuturnya.

juga mengingatkan tantangan kecerdasan buatan (AI) di bidang kesehatan. Meski AI mampu melakukan operasi jarak jauh—bahkan pernah diuji coba di Bali oleh operator luar negeri—teknologi ini masih belum memiliki empati, emosional, dan spiritual. “Pelayanan manusiawi tetap menjadi faktor penting dalam mempercepat kesembuhan pasien,” tegasnya.

 

Pembina Yayasan Maraqitta’limat, Dr. TGH. Hazmi Hamzar, menyatakan bahwa wisuda kali ini merupakan yang kedua sepanjang tahun berjalan. “Kami telah mewisuda sekitar seratusan tenaga kesehatan yang siap mengisi kebutuhan di kabupaten dan desa di NTB. Selain dibekali ilmu medis, mereka juga dilatih aspek emosional dan spiritual agar mampu memberikan perawatan holistik bagi pasien,” jelasnya.

Jumlah wisudawan kali ini adalah sebagai berikut:
• Profesi Bidan: 102 orang
• Ners: 14 orang
• S1 Keperawatan: 4 orang
• S1 Pendidikan Keperawatan: 3 orang

Dengan bertambahnya lulusan profesional, diharapkan layanan kesehatan di NTB semakin merata dan berkualitas. STIKES Hamzar pun terus berkomitmen mengembangkan riset dan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *